Manusiawi
Manusiawi adalah kata yang sering kita dengar, bahkan mungkin sering kita ucapkan dengan konotasi yang beragam tergantung pada siapa yang memakainya. Jika kita menelaah imbuhan +wi pada kata manusiawi, merujuk pada kata sifat yang bermakna "mempunyai sifat manusia", sama halnya dengan kata duniawi "mempunyai sifat dunia", surgawi "mempunyai sifat surga", kimiawi "mempunyai sifat kimia". Penggunaan kata sifat ini yang perlu ditelaah lebih lanjut, apakah penggunaannya dapat mewakili sifat-sifat dari kata dasar yang diberikan imbuhan tersebut.
Duniawi, kata ini merujuk pada sifat dunia yang bisa dimaknai tentang kehidupan atau keberlangsungan hidup, yaitu materi, ilmu pengetahuan, pekerjaan, sosial, transaksi ekonomi, dll. Surgawi, merujuk pada sifat surga, segala sesuatu yang berhubungan dengan surga atau dihubungkan dengan surga, yaitu tentang ibadah, kebermanfaatan, atau apa yang menjadi dasar perlakuannya dan menjadi dasar apa yang dilakukannya memiliki hubungan dengan ibadah dan kebermanfaatan. Dari sini kita bisa menelaah bahwa duniawi dapat dilakukan beriringan dengan surgawi. Nah, bagaimana dengan manusiawi?.
Manusiawi merujuk pada sifat manusia, yaitu tentang sifat buruk dan baiknya berdasarkan standar moral masing-masing, tapi apakah standar tersebut kita sendiri yang membuatnya? Dengan tidak ada titik kesepakatan atau definisi terbaik yang bisa menggunakan kata manusiawi, bukan untuk menutup kesalahan tapi menjadi titik dimana kita dapat disebut manusia, karena pada penerapannya, kata manusiawi banyak bersandar pada kesalahan atau suatu pewajaran. Jelasnya begini, ingat kasus Ketua DPR yang pura-pura lupa ingatan saat akan diperiksa dan menghilang saat akan ditangkap KPK atau kasus orang tua yang membuang anaknya, dari kasus-kasus yang terjadi akan ada orang menanggapi "Biasalah manusiawi, namanya juga dalam tekanan", "Manusia kalo udah terhimpit ekonomi ya kayak gitu", atau anak muda nih, waktu pacaran lalu selingkuh, membela diri dengan menyatakan "Ya namanya juga manusia lah ya, cari yang lebih kan manusiawi". Manusia tidak serendah itu!.
Manusiawi-Duniawi-Surgawi, dari tiga penelaahan tersebut, keterkaitan ketiganya yaitu duniawi dan surgawi terangkum dalam kata manusiawi, yang mana duniawi berada pada titik dimana manusia melakukan pekerjaan atau hal apapun yang dilakukannya dan surgawi adalah tujuan kebermanfaatan atas apa yang dikerjakan dan dilakukan oleh manusia, sehingga manusiawi adalah penelaahan atas apa yang kita lakukan, termasuk pada hal yang menurut perspektif kita negatif kemungkinan memiliki asbab, tujuan, dan dampak yang luar biasa.
Maka perlu untuk meninjau asbab sebelum melekatkan atau melabeli orang atau diri kita manusiawi untuk menjadi manusia.
-------------------
#manusiawi
Komentar
Posting Komentar