Yailah Kampus

Dalam sebuah bilik masing-masing dengan latar tembok yang berbagai macam warna, kami dipersatukan oleh aplikasi komunikasi paling hits dikalangan kami, yaitu Zoom. Bisa menampakkan wajah, mengeluarkan bunyi, dan fitur lain yang cukup untuk diskusi dan ketawa-ketiwi. Dalam satu bahasan diskusi bermunculan berbagai macam judul, ada tentang perkuliahan, pemenuhan tugas, penyepelean situasi, hingga penyesuaian diri.

Perlu diketahui: saat itu adalah masa awal virus corona berdampak langsung pada keseharian kami dikampus.

Lanjut bahasan, permagangan, bimbingan skripsi dan tugas akhir, seminar proposal, proker berjalan, dialog jurusan, virus corona sampai kapan, tahun periodesasi, pemira gimana, pedagang kantin gak jualan, pacaran-pacaran, semprot-semprot disinfektan, turunkan standar, sesuaikan ekspektasi, nih ditimbih ligi idi viris cirini.

Beberapa bahasan ada yang sudah terjawab dan ada juga yang belum terjawab. Berikut ilustrasi percakapan jawaban atau jawaban yang mungkin seharusnya dijawab untuk yang berkewajiban menjawab atau yang tidak perlu dijawab. Andai-andai aja ya kan 👍🏼

Dalam sebuah temu kangen Pimpinan
Pak Dir: "Eh, Bu Pud dan Pak Pud sekalian, kampus sebelah udah buat edaran libur nih. Saya baru dilantik kan jadi belum ngamatin buat kejadian yang berdampak ke kampus."
Bu Pud: "Wah iya Pak Dir, sampe semester depan. Ya udah Pak Dir, ayo kita juga keluarin edaran buat yang penting-penting aja dulu nih, yang penting libur."
Pak Dir: "Lah tapi itu mereka gimana ya pengajarannya, UTSnya, kerja karyawannya, kita mau juga sampe semester depan?"
Pak Pud: "Kita mengacu pada edaran Sekjen Kemendikbud aja Pak."
Bu Pud: "Iya bener, kita liburin aja dulu deh yang penting, masuk pas UTS. Buat senormatif mungkin, ikutin surat edaran lain, tinggal kita sesusain."
Pak Pud: "Iya, berdayakan e-learning. Buat hal-hal ribet yang lain akan dipertimbangkan sesuai kondisi dengan izin Pak Dir gitu."
Pak Dir: "Ya udah kita buat sesuai bidang, akademik,  kemahasiswaan, kepegawaian sama kerjasama. Nanti disusun yang umum mana yang khusus mana."
Pak Pud: "Buat nanti yang selanjutnya, ya kita buat lah, evaluasinya. Civitas harus memahami kondisi ini."
Pak Dir: "Iya bener, nanti kita buat lah, menyusul, perihal magang pengajaran kita himbau tidak memberatkan terus otoritas jurusan aja."

Dalam sebuah temu kangen dibawahnya
Bu Kjur: "Kita tunggu edaran Pak Dir, sama dijurusan lain gimana lah ya."
Bu Sjur: "Bener bu."
Pak Sjur: "Nanti tambahin harap maklum."
Pak Prod: "Saya mengusulkan Seminar Proposal ditiadakan dengan mempertimbangkan sistem bimbingan yang seperti ini."
Bu Prod: "Wah bener juga tuh Pak."
Pak Prod: "Oke, kita tunggu keputusan Bu Kjur."

Dalam sebuah ke Eksekutifan
Ka: "Zoom zoom zoom!"
WaKa: "Screenshot!"
KaD: Post!"
Ka: "Gimana nih? Kawan-kawan semua kegiatan-kegiatan perlu dibahas lagi nih, kalo dipending gimana? Dilanjut juga gimana?"
KaD: "Persiapannya udah lama lagi nih, ya udah lah mau gimana udah kondisi. Dipending belum tau sampe kapan. Paling ntar mau dibahas sama pihak-pihak yang kerjasama juga."
WaKa: "Rapat-rapat kita online ya, screenshot!"
Ka: "Perihal virus nih dari kebijakan kampus sampe negara penting buat dijawab terus, aksi dijalan gak bisa, kita aksi di social media."
Waka: "Mantap Pak Ka, nanti kita ngezoom bareng Pak Dir bareng Bu Pak Kjur."
KaD: "Buat himbaun juga, share-sharean info, sama donasi, buat yang berdampak nih sama virus ini, termasuk juga terdampak kebijakan pemerintah yang ngablu."
WaKa: "Cakep!"
KaD: "Kajian-kajian, himbaun-himbauan, info-info, gerakan-gerakan!"
Ka: "Oke, langkah kita gak boleh mati, meskipun ada virus ini!"

Dalam sebuah Kepani(k)tiaan
PJ: "Anjir lah... ngapa setiap pas gue mau naik selalu ada aja hal diluar kuasa gue."
VPJ: "Ini gak diluar kuasa kita, ini masih di kuasa kita buat ngeberentiin, buat ngobrol sama kawan-kawan panitia atas keputusan nya, buat bahas sama pihak kerjasama."
KaDv: "Apaan dah Pak PJ itu bukan masalah, itu masalah lo, itu juga bukan hal yg umum buat dibahas disemua kepanitiaan apapun."
PJ: "Oh iye, sorry-sorry! Hehehe. Gue mutusin buat nunda ini acara sampe Mei. Tadi juga gueststar udah ngehubungin, kerjasama-kerjasama juga dihubungin aman, tapi kalo sampe Mei gak reda, ya udah tutup dah, kita closing kepanitiaan duluan."
KaDv: "Iya, nanti pleno kita bahas terbuka dan tetap kasih semangat ke semuanya, kita memang luar biasa!"
PJ: "Semangat! Semangat! Semangat!"

Dalam Sebuah Majelis
Ka: "Gimana nih virus? Kampus kita libur. Bagus sih, masih ada waktu buat ngekaji AD-ART, masih banyak yang belum mateng."
Sek: "Bener! Bener! Kita juga perlu nih buat edaran perihal pelaksanaan kegiatan berdasarkan pedoman menyesuaikan keadaan."
Kom: "Iya, bener, pengawasan kegiatan yang kita lakuin juga harus beda nih, terutama pengawasan dibidang sosial. Kerja kawan-kawan lembaga eksekutif juga harus fokus buat kontribusi di pencegahan dan penanggulangan virus ini."
Sek: "Terutama buat yang berdampak."
Kom: "Tapi santai aja lah, semua pasti maklum."
Ka: "Gak gitu dong. Maklum-maklum, tapi tetep harus maksimal. Selain proker yang kita harus buat edarannya, pemira juga nih harus kita pikirin. Pilkada serentak ditunda tuh keputusannya."
Sek: "Pemira juga ya seharusnya, soalnya gak mungkin dong kampanye online pemilihan online, tapi kalo bisa ya bisa di kampanye sama penjaringan, pas masuk baru pemilihan."
Ka: "Heh, lembaga kita gak dipercaya se-kredibel itu buat ngekaji dan ngebuatnya."
Kom: "Pak Dir baru ganti, Pak Bu Pud, kemungkinan bakal baru. Kalo kita buat desain struktur sama birokrasi yang baru buat kemahasiswaan yang bisa kita usulin, termasuk poin-poin penting perihal anggaran, hak kewajiban tiap ormawa, terus disesuaikan dengan jenis ormawanya pas nih momennya."
Ka: "Asli! Asli! Kita usulin juga tahun periodesasi, tapi perlu kita kaji yang mateng nih, dari mulai pengaruhnya ke kemahasiswaan secara keseluruhan, termasuk juga kepungurusan dan aktif keterlibatan mahasiswa D3 dan D4."
Sek: "Oke! Kita kaji dahh. Diluaran juga udah pada nungguin kerja kita dilembaga ini, termasuk ambil peran dalam penyesuaian di kondisi saat ini."

"Memaklumi kondisi, bukan memaklumi untuk tidak memaksimalkan diri."

Hidup harus terus dalam penyesuaian.

Becanda ya becanda, mau diambil serius ya udah. Fiktif ya fiktif, mau di bilang nyata ya udah. Tapi ya santuy.

-------------------
#manusiawi
#hurungbaranghareng

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesamping Kebawah

Pejabat Santuy!